Assalaamu'alaykuum warohmatullaahi wabarokaatuh...
Manusia berjalan pada masing-masing garis edarnya.
Manusia berjalan pada masing-masing garis edarnya.
Bertanyalah yang paling penting sesuai dengan kebutuhannya, jangan kebanyakan nanya nanti repot kalo nggak bisa ngamalinnya. Amalkan istiqomahkan dimulai dari apa-apa yang bagi kita mudah menjalaninya tanpa meninggalkan ibadah-ibadah wajib yang jika kita meninggalkannya akan berdosa. Lakukan ibadah dengan "Ikhlas" (dengan berharap mendapat pahala dan ridho Allaah) dan "Mutaba'ah" (ada tuntunan dari Rasulullaah Sholallaahu 'alaihi wasallaam) serta selalu niatkan diri untuk menegakkan syariat Allaah, InsyaaAllaah amalan-amalan kebaikan lain akan senantiasa mengikutinya dikemudian waktu.
Akan tiba saatnya nanti kita merasa takjub dan sangat bersyukur dengan apa yang telah ditempuh hingga saatnya itu. Hal besar, amalan besar, yang tak pernah sedikitpun disangkakan terjadi kepada kita jika dibayangkan disaat diri masih jahil, ternyata suatu saat atas izin Allaah menempel pada diri kita. Tentu Allaah yang dengan penuh kasih sayang-Nya menggiring kita perlahan kepada segala bentuk amalan-amalan kebaikan itu, hingga lingkunganpun turut terperbaiki, atas kesadaran kita terhadap diri ini yang penuh salah dan dosa, hingga akhirnya sepenuh hati ingin bertaubat meninggalkan masa jahil yang pernah dilalui.
Akan tiba saatnya nanti kita merasa takjub dan sangat bersyukur dengan apa yang telah ditempuh hingga saatnya itu. Hal besar, amalan besar, yang tak pernah sedikitpun disangkakan terjadi kepada kita jika dibayangkan disaat diri masih jahil, ternyata suatu saat atas izin Allaah menempel pada diri kita. Tentu Allaah yang dengan penuh kasih sayang-Nya menggiring kita perlahan kepada segala bentuk amalan-amalan kebaikan itu, hingga lingkunganpun turut terperbaiki, atas kesadaran kita terhadap diri ini yang penuh salah dan dosa, hingga akhirnya sepenuh hati ingin bertaubat meninggalkan masa jahil yang pernah dilalui.
"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya."
(QS. Ya Sin 36: Ayat 40)
"Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (sholat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Muzzammil 73: Ayat 20)
Mantabkan ibadah-ibadah andalanmu. Jika kamu kaya, maka rajinlah bersedekah. Jika lingkunganmu mendukung, berhijablah dengan sempurna. Jika kamu dapat menahan untuk tidak sering bepergian, pastikan berpergianmu bukan kepada hal-hal yang harom. Jika tempat tinggalmu dekat dengan tempat kajian, jangkaulah dan ringankanlah kaki untuk mendatanginya. Jika ada gangguan dijalan, singkirkanlah selagi punya kesempatan. Jika kamu jarang bicara, pastikan apa yang kamu katakan adalah kebaikan. Dan ibadah-ibadah lain yang dapat paling mudah kamu kerjakan dengan istiqomah. Allaah yang Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan.
Karena Allaah lebih menyukai hamba-Nya yang melakukan amalan ringan tapi istiqomah, daripada ibadah yang besar namun hanya dilakukan sekali-sekali saja. Karena ibadah andalanmu juga InsyaaAllaah dapat menjagamu dikala diri sedang futur (lemah dan malas dalam mengerjakan ibadah). Dengan membiasakan jiwa dan raga mengerjakan ibadah-ibadah andalan itu, maka diri akan sendirinya terbiasa melakukannya, InsyaaAllaah akan ada rasa tidak enak jika tidak melakukannya terasa ada yang kurang dan berlubang.
Oleh sebab itu, kamu yang mengetahui dirimu dan kekuatanmu, maka dirimu juga yang dapat menemukan dan membiasakan apakah dan yang bagaimanakah yang menjadi ibadah andalanmu, dan ingat tentu harus dengan "Ikhlas" (dengan berharap mendapat pahala dan ridho Allaah) dan "Mutaba'ah" (ada tuntunan dari Rasulullaah Sholallaahu 'alaihi wasallam), InsyaaAllaah keistiqomahanmu dapat dimulai dari itu. Dan jangan pernah lelah untuk terus menuntut ilmu syar'i pada setiap kesempatan yang ada, karena itu adalah satu-satunya jalan yang menyelamatkanmu dari kejahilan (kebodohan). MaasyaaAllaah Tabarokallaah...
Semoga senantiasa kita semua semakin istiqomah di jalan yang Allaah ridhoi, dan diberi kemudahan untuk menuntut ilmu serta mengamalkannya sebagai tuntunan mengarungi kehidupan dunia dan kelak akan menjadi bekal kehidupan di akhirat. Aamiin...
*Setelah sekian lama terpending tersimpan di draft dan gak akan inget kalau gak buka blogger, Akhirnya tulisan ini gak terpending lagi, yang sekaligus sebagai reminder pribadi pula, atas izin Allaah (Qodarullaah). Semua kebaikan yang tercurah, semua hanya karena kehendak dan izin Allaah.
Karena Allaah lebih menyukai hamba-Nya yang melakukan amalan ringan tapi istiqomah, daripada ibadah yang besar namun hanya dilakukan sekali-sekali saja. Karena ibadah andalanmu juga InsyaaAllaah dapat menjagamu dikala diri sedang futur (lemah dan malas dalam mengerjakan ibadah). Dengan membiasakan jiwa dan raga mengerjakan ibadah-ibadah andalan itu, maka diri akan sendirinya terbiasa melakukannya, InsyaaAllaah akan ada rasa tidak enak jika tidak melakukannya terasa ada yang kurang dan berlubang.
Oleh sebab itu, kamu yang mengetahui dirimu dan kekuatanmu, maka dirimu juga yang dapat menemukan dan membiasakan apakah dan yang bagaimanakah yang menjadi ibadah andalanmu, dan ingat tentu harus dengan "Ikhlas" (dengan berharap mendapat pahala dan ridho Allaah) dan "Mutaba'ah" (ada tuntunan dari Rasulullaah Sholallaahu 'alaihi wasallam), InsyaaAllaah keistiqomahanmu dapat dimulai dari itu. Dan jangan pernah lelah untuk terus menuntut ilmu syar'i pada setiap kesempatan yang ada, karena itu adalah satu-satunya jalan yang menyelamatkanmu dari kejahilan (kebodohan). MaasyaaAllaah Tabarokallaah...
Semoga senantiasa kita semua semakin istiqomah di jalan yang Allaah ridhoi, dan diberi kemudahan untuk menuntut ilmu serta mengamalkannya sebagai tuntunan mengarungi kehidupan dunia dan kelak akan menjadi bekal kehidupan di akhirat. Aamiin...
*Setelah sekian lama terpending tersimpan di draft dan gak akan inget kalau gak buka blogger, Akhirnya tulisan ini gak terpending lagi, yang sekaligus sebagai reminder pribadi pula, atas izin Allaah (Qodarullaah). Semua kebaikan yang tercurah, semua hanya karena kehendak dan izin Allaah.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^