Assalamu'alaikum...
Seperti biasa...pada malam hari kumenulis ini. Jadi gini...Menyerap ilmu dengan mendengar. Namun, dengan mendengar saja belum cukup, harus diuji, mengalaminya secara langsung, untuk kita
benar-benar belajar dikenyataannya. Sebagai proses berkembangnya kita sebagai manusia yang berilmu. Mungkin sering untuk kita, ketika mendengar suatu ilmu yang disampaikan oleh seorang guru, kita telah merasa berilmu, merasa terisi gitu. Mengekspektasikan bahwa kita akan bisa, dan pasti bisa ketika menghadapi hal yang sesuai dengan ilmunya tersebut. Namun, pernahkan kita tersadar, bahwa menyerap ilmu tidak hanya dengan mendengar, tapi juga mengamalkannya. Derajat tertinggi orang berilmu adalah mengamalkannya. Sehingga patut ada ujiannya untuk kita menjadi orang berilmu.
Dan suatu waktu mungkin pernah terjadi suatu hal, dan kita sudah mengetahui ilmunya harus gimana nih menghadapinya. Dan akhirnya kita berusaha untuk mengamalkan ilmu tersebut, namun terkadang misalnya hasil tidak sesuai dengan apa yang paling tepat kalo kita liat dari ilmu tersebut gitu. Mungkin karena ada ilmu lain yang tidak kita ikut sertakan, dimana ilmu lain tersebut menjadi peran yang paling penting dalam menghadapi sesuatu itu. Mungkin memang masih belum tepat kita mengamalkannya. Kemudian kita mungkin akan galau, bingung dan sedikit depresi (lebay) kenapa kok kayaknya ada yang salah, padahal aku udah gini, aku udah gitu, tapi kenapa kok begini. Terus kita mikir, cerita, nyari-nyari ilmu-ilmu lain yang kira-kira nih bisa nemuin jawabannya nih kenapa nih, gitu.
Terus, bisa lama bisa sebentar, kemudian kita punya pikiran baik, berkhusnudzon atas semua sebab, proses dan hasilnya. Dan ternyata, Allah lagi kasih pelajaran nih, ilmu bahwa pertama, tau kan kudu apa, kudu khusnudzon, terus kedua dan bisa yang paling utama juga nih yaitu sabar, itu penting banget tuh. Sebelumnya ini belum sabar, berkhusnudzon aja masih lupa gitu, itu kan masih belom sabar ya namanya. Terus ketiga, bisa muncul rasa syukur atas semua yang udah berlalu, mungkin dengan adanya sesuatu yang terjadi, udah pasti dah ada hikmah setelahnya. Akhirnya kita menumukan hikmahnya, untuk menjadi pelajaran yang sesungguhnya, ilmu yang baik yang kita mengamalkannya, agar ketika datang
masalah itu lagi akan dapat menyikapinya dengan lebih tepat, bijak, lebih baik
lagi, dan lebih berilmu lagi.
Bisa jadi ketika ikhtiar kita yang kita inginkan hasilnya menurut kita, terus ternyata enggak ketemu sama takdir Allah, berarti emang disitulah udah kehendak Allah, karena hasil dari ikhtiar kita itu adalah sikap tawakal kita sama Allah, untuk hasil terserah Allah mau kasih apa yakan. Dari situ kita bisa ambil pelajaran lagi, untuk ikhlas lillahi ta'ala, InsyaAllah. Segala niat, dan perbuatan baik itu udah pasti dari Allah, sehingga kita nggak perlu ragu-ragu atas hasilnya, semua pasti baik menurut Allah dan tentu baik juga untuk kita. Melakukan sesuatu itu bukan apa yang kita suka aja, tapi apa yang Allah suka. Dan Allah lah yang paling mengetahui apa-apa yang baik, sedangkan kita banyak banget nggak taunya.
Diiatas itu sebagai contoh kecilnya aja. Intinya terus berjuang, fastabiqul khoirot, dari apa-apa yang paling kita bisa. Tiap langkah selalu ada ujiannya, pelan-pelan asal mendalam.
Wallahu'alam bissowab.
Makasih nih atas perhatiannya.
Suka ganti-ganti gini gaya ngomongnya, gakpapa ya :'p
Suka ganti-ganti gini gaya ngomongnya, gakpapa ya :'p
Wassalamu'alaykum...
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^