Assalamu'alaykum:)
Berapa banyak dari kita, manusia yang berkali-kali jatuh cinta dengan hujan. Atau berapa banyak dari kita, manusia yang berkali-kali membenci datangnya hujan. Keduanya adalah hal yang saling bertolak belakang, tergantung dari sudut pandangnya masing-masing, atau...dari keadaannya saat hujan datang.
Pengen nulis tentang hujan karena malam ke-19 Ramadhan ini kehujanan waktu terawih di mushola dekat rumah kebagian tempat diteras luar yang nggak beratap, diakhir sholat isya' rintik hujan mulai turun. Bikin deg-degan plus excited dengan turunnya hujan, pas terawih lagi, momen langka:p. di rokaat kedua sholat terawih...hujannya mulai deraaaaasss, akhirnya pindah ketempat yang beratap, tapi tetep diteras, bagian kanan badan kena cipratan hujan, adeeem banget rasanya, bikin bahagia. Jadi...ya berikut tulisan ini dimulai. Hihi.
Untuk pecinta hujan...mungkin dulu kita pernah membencinya sebelum kita mencintainya. Ketika suatu waktu hujan datang disaat yang menurut kita nggak tepat, maka kita akan mengcela hujan yang nggak peduli juga kalo kita cela tuh hujan, turun-turun aja hujannya mah. Mungkin dulu kita merasa hujan itu mengganggu aktifitas kita diluar rumah, jadi basah waktu berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lain. Pake jas ujan, pake payung, tetep kebasahan. Terus bisa-bisa kita jadi kesel karena udah rapih berpakaian, kemudian harus berantakan karena kehujanan. Mungkin itu di macam-macam waktu tertentu ketika turun hujan...dulu.
Beda dengan sekarang, cinta banget dah sama hujan. Mendung-mendungnya, rintikannya, suara air jatuhnya, wangi air ujan yang jatuh ke tanah, air ujan yang ngalir di daratan, kecipratan-kecipratannya...Indah banget dah. Itu yang bisa langsung dirasainnya, belum lagi yang kadang jarang kita sadarinya.
Hujan itu Rahmat Allah..
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. (QS. Asy Syuura: 28)
Dari turunnya hujan, menyirami tumbuhan yang layu, menyirami tanah yang gersang, menyegarkan udara yang terik, mendinginkan diri yang hangat, menyenangkan hati yang panas, mengalirkan air sungai yang menggenang, dan kenikmatn-kenikmatan lain yang dibawa oleh turunnya hujan. Air hujan turun dari langit sebagai Rahmat untuk bumi. Air hujan menyatu dengan bumi, mengalirkan air-air kerumah-rumah kita untuk kita nikmati, dengan rasanya yang tawar atas kehendak Allah untuk dapat kita gunakan dalam berbagai macam hal. Seperti dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Furqon ayat 48 dan 49 dan surat Qaf ayat 9:
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS. Al-Furqon: 48)
لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا
agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (QS. Al-Furqon: 49)
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, (QS. Qaf: 9)
Berikutlah apa yang telah Allah sampaikan dalam firman-Nya tentang hujan yang Allah turunkan sebagai Rahmat kepada seluruh penduduk bumi ini. dan sungguh Allah menurunkan hujan sesuai dengan kadar yang diperlukan untuk kebutuhan di bumi, karena Allah Maha mengetahui apa-apa yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk-Nya. Yang disampaikan dalam surat Az-Zukhruf ayat 11:
وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur). (QS. Az-Zukhruf: 11)
Hujan penuh Rahmat sekaligus terdapat hikmah didalamnya sebagai tanda kebesaran Allah dan Allah Maha Pemberi kepada setiap makhluk-Nya. Dengan hujan dapat menghidupkan berbagai jenis makhluk yang hampir mati, atau mati (misalnya untuk tumbuhan). Allah menurunkan hujan sebagai sebagai tanda ke-Maha Pemberi-anNya. Menurunkan sesuatu dari langit untuk menghidupi bumi yang dihuni oleh banyak jenis makhluk-Nya. Hujan adalah yang ditunggu-tunggu datangnya sebagai Rahmat bagi bumi penghidup kehidupan dibumi atas kehendak Ilahi. Kabar gembira bagi para penanti yang hampir berputus asa atas datangnya hujan, nunggu-nunggu turunnya hujan.
Maka hujan pun dapat menjadi bahan muhasabah untuk diri kita ketika melihat hujan turun, condong dari sudut pandang yang manakah kita melihatnya, sudahkah diri ini menyambutnya dengan rasa penuh syukur atas turunnya hujan, dengan segala manfaat yang dibawanya dan sebagai bukti kebesaran Allah...? Tak perlu khawatir dengan datangnya hujan disuatu waktu, bisa jadi itu adalah seumber keberkahan besar untuk kita.
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ.........
............... Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya: 30)
Wallahu a'lam bissowaab
Alhamdulillah malam ini hujan.
Wassalamu'alaykum:)
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^