Hidup berkehidupan didunia, ngga mungkin banget kalo kita bias
hidup dalam kesendirian. Memulai aktifitas hari dimulai dari bangun tidur
sampai ke tidur lagi dengan kesendirian, adalah sesuatu yang ngga mungkin
adanya. Kalo aja ada orang sombong yang mengakui bahwa dirinya bisa hidup
sendiri, itu mustahil, bohong, egois, sombong. Orang yang ngaku kaya gitu, bisa
dianggap sebagai orang yang paling butuh banyak orang. Gimana enggak? Dia nggak
akan sombong kaya gitu kalo ngga ada sebabnya, dan sebabnya pada dirinya
sendiri. Bisa jadi dia itu enggak menghargai keberadaan orang-orang yang ada
disekitarnya. Dia menganggepnya mereka adalah bukan apa-apa dan sama sekali
nggak memperngaruhi hidupnya, ada atau nggak ada orang yang udah ada disekitarnya
itu sama aja. Itu sombong banget, semoga nggak ada orang kaya begitu ya.
Bagi mereka yang menghargai
keberadaan orang-orang disekitarnya, bagaimanapun peran dan aksi mereka, dia
akan tetap bersyukur dan nggak merasa sendiri. Hal itu muncul pada dirinya
sendiri, tergantung bagaimana dirinya memperlakukan jalan pikirannya sendiri. Bagi
orang yang selalu berfikir positif, nggak sulit buat menimbulkan perasaan menghargai
dan memaknai itu.
Dengan disadari atau pun nggak
disadari, orang-orang yang kita temui dan ada disekitar kita selama ini adalah,
seluruhnya orang baik. Orang baik yang mendukung, membantu, memomotifasi,
menjatuhkan, menaikkan, menyokong, menjelek-jelekkan dan segala rupa
perlakuannya adalah orang baik. Sekarang kita coba untuk memasuki pikiran
positif. Mereka orang baik, dimana ketika mereka memperlakukan kita dengan baik,
tentunya menurut penilaian kita pribadi kepadanya, itu adalah waktu dimana kita
diberi ruang untuk bersyukur sekaligus menghadapi cobaan. Bersyukur karena kita
dilimpahkan salah satu bentuk Rahmat yang nggak semua orang bisa ngerasainnya,
karena perasaan diciptain sebagian dari diri kita sendiri. Sekaligus merasakan
kalau kita sedang menghadapi cobaan, karena ketika mendapatkan sesuatu yang
baik, maka kita harus mempertahankannya kan? Nah, mempertahankannya itu adalah
sesuatu yang bisa dianggap cobaan, cobaan pada diri sendiri agar bisa terus
mempertahankannya. That’s it.
Kita manusia, ditemukan oleh
berbagai macam manusia dengan sifat dan identitasnya masing-masing melainkan
mengandung maksud. Ada yang menetap, bertahan hingga lama, ada yang hanya
bertemu sesaat diwaktu yang singkat. Mereka membawa berbagai macam makna dan pesan,
langsung atau nggak langsung. Beberapa meninggalkan sedikit atau banyak
pelajaran tentang kehidupan. Mereka memiliki porsi dalam perannya terhadap diri
kita yakan, ada yang perannya negative terhadap kita maupun sebaliknya. Mereka semua
memiliki dua peran itu, baik dan jahat, tergantung porsi peran yang sedang
dijalaninya. Namun, menurut saya seua orang adalah baik, jahat itu hanya
pandangan kita terhadapnya dan, iya porsi perannya. Begitu. Semuanya memberikan
perlajaran untuk kita. Ada yang secara langsung kita rasakan disaat pada
masanya, ada pula yang baru kita rasakan pelajarannya disaat masa bersamanya
telah terlewati. Mereka semua sama, sama-sama memberikan pelajaran makna
kehidupan bagi kita.
Dengan bertemu orang baru, dapat
memancing energy positif untuk kita, ketika orang tersebut memancarkan energy positif
dari dirinya. Kadang kala, ketika kita sedang galau, resah, khawatir, sedih
gundah gulana, dengan bertemu orang dengan obrolan yang tergolong baru, dapat
memancingenergi positif pada diri kita. Membuat diri ini bersemangat, memiliki
sesuatu positif yang dipikirkan dan diharapkan. Tanpa sadar orang tersebut
telah membantu kita membangkitkan semangat energy positif diri kita. Sehingga,
mereka adalah orang baik dan hebat.
Beneran deh, kita selalu
membutuhkan orang lain untuk membawa kita pada suatu keadaan dan semangat baru.
Pengalaman dan pelajaran baru. Dengan orang-orang disekitar kita, kita dapat
menemukannya bersama. Mengajak, diajak atau terajak menjadi sesuatu yang lazim
dan memang seperti itu adanya. Dengan orang-orang
yang kita temui dan biasa berkumpul, disitu kita memilah bahkan kadang terbawa
kebiasan, identitas dan lain sebagainya tentang kehidupan bersosialisasi. Sehingga
benar adanya kalo diri kita yang sekarang ini terbentuk dari dengan siapa
orang-orang yang kita temui. Orang yang memiliki karakter dan identitas yang
kuat, dia akan menularkannya kepada orang yang memiliki karakter dan identitas
yang lebih lemah darinya, dengan enggak akan menghilangkan karakter dasar pada
dirinya sendiri.
Jadi, bisa disimpulin kan, kalo setiap
insan manusia hidup di dunia itu punya manfaatnya masing-masing sesuai dengan
porsi peran yang sedang dijalaninya kepada orang-orang yang ditemuinya. Setiap
pertemuan itu selalu memiliki maksud, bukan hanya kebetulan semata, karena di
dunia ini nggak ada yang namanya kebetulan kan? Iya.
jadikanapayangkamutulisadalahuntukdirimu.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^