Ketika Curhat.......

Hallo everyone, selamat sepertiga malam.....

Lumayan lama (mimin cewe) nggak ngepost yaaa, semoga pada kangen sama tulisan yang kecewe-ceweannya.

Mauuu cerita, setiap manusia diberi oleh Sang Maha Pencipta porsinya masing-masing, ada yang yang susahnya cepet, ada yang susahnya lama, ada yang suksesnya cepet, ada yang suksesnya lama. Semua udah dijatahin sama Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan garis takdir yang dijalaninya.

Ngomong-ngomong soal takdir, belum lama saya menghadapi takdir yang datang diwaktu yang udah ditentuin. Merasakan kehilangan yang sebesar-besarnya, merasakan penyesalan yang sedalam-dalamnya, merasakan kesedihan yang sepedih-pedihnya. Takdir yang satu itu adalah takdir yang sangat ditakutin kedatangannya oleh seluruh manusia. Nggak akan bisa terprediksi oleh manusia yang biasa-biasa aja. Ketika waktunya datang, selalu membuat kekacauan, air mata pecah disana-sini, teruntuk para orang-orang terdekatnya. Sesuatu yang terpaksa harus siap dihadapi pada saat yang paling nggak diinginkan untuk dihadapi.

Dalam ngadepin takdir itu, nggak mudah. Beraaatttt banget rasanya, kalo kita meneruskan hidup setelah takdir tersebut dalam kesendirian. Bersyukur bagi kita yang terus ditemenin dan dikelilingin orang-orang baik. Walau begitu, saya masih sering keinget, sedih, kebawa memori masa lalu, terlebih saya adalah orang yang nikmatin nostalgia, susah buat nolak bernostalgia. dikit-dikit nostalgia, susah deh.  Sempet berlarut-larut sedih, terus normal lagi, terus sedih lagi sampe rasanya lelah jasmani rohani. Cari hiburan sana-sini, ketawa sana-sini, jalan sana-sini, main sana-sini, demi nutupin sedih.

Udah..........................

Sampe pada akhirnya malem ini, gabisa tidur, kemarin yang katanya saya udah gabisa begadang itu bohong, saya masih sering begadang sekali-sekali. Dalem mata kebuka itu saya mikir, cari sesuatu, nyocokin pada diri sendiri, kalo  ada yang salah, nyalah-nyalahin diri sendiri. Susahnya kalo nemuin sesuatu yang bikin merasa nyesel,  disitu rasanya antara sakit gigi sama sakit hati. Rasanya pengen cepet-cepet ngelakuin sesuatu yang bikin nutupin apa yang disesalin itu, sekaligus pertarungan batin dimana penyesalan itu enggak boleh, ngga boleh banget! Dan menyimpulkan banget bahwa, dalam melakukan hal apapun, kita harus berbuat kebaikan, diniatkan dengan segala yang baik. Dan yang dengan sejelas-jelasnya bahwa segala penyesalan selalu datang terakhir, yakan? Begitu jelas juga kalau segala momen nggak bakal bisa diulang dengan rancangan aksi untuk ngadepin itu yang dirancang waktu kita nyesel kan. Merasa bersalah, dan rendah banget, serbuk extrajossss.

Yaudah sekarang gini, mikir udah, nyocokin udah, nyesel udah, masa cuma gitu aja? Ayo dong sekarang lebih semangat lagi memperbaiki diri, memantaskan diri yang sepantas-pantasnya. Kadang, bilangin orang, nyemangatin orang, komentarin orang, nasihatin orang itu jauuuuuhhh lebih gampang daripada ngelakuin itu semua di diri sendiri, yakan? Mungkin bukan semua orang, tapi hanya untuk sebagian orang yang belum mampu mengetahui dirinya sendiri. Sedangkan untuk menjadi seseorang, kita harus menemukan dan mengenali diri kita sendiri. Tapi, banyak diluar sana dan "disini" masih susah dan belum bisa menemukannya sendiri. Masing bingung luntang-lantung liat sana, liat sini, pengen sana pengen sini, gampang berubah, sering galau, pusing sendiri, sedih, jatoh, serbuk oreo deh. Sebenernya, manusia hidup kaya gitu itu udah paham atau belum tujuan hidup sebenernya?

Tapi, mungkin sebagian orang itu memiliki "bayangan" didepan dari apa yang dijalaninya sekarang, tapi apa namanya? Hanya bayangan, mau loncat ke bayangan? Ngga mampu. Masih ada beban tanggung jawab dimasa sekarang yang wajib diselesain. Kadang mereka dan "disini" itu selalu mengaharapkan segala bentuk persetujuan dan permakluman dari segala macam alasan yang dilontarkan. Namun apa gunanya itu? Hanya merasa puas batin ini, namun nggak akan ngerubah apa-apa. Mereka dan "disini" memiliki kesukaan mereka, mereka suka melihatnya, melakukannya, namun belum memiliki kemampuan untuk membangunnya. Mereka menunggu waktu, waktu dimana dapat membangunnya sendiri setelah melewati berbagai proses menuju kesana, dan dengan ikhlas dan bahagia menjalaninya. Namun apa, lagi-lagi waktu, waktu yang selalu memburu-buru. Selalu membuat takut, takut dimakan waktu.

Sebagian orang ini, seharusnya sudah tau apa yang harus mereka lakukan untuk mengatasi segala masalah tersebut, namun, lagi-lagi mereka masih memiliki berbagai alasan yang lebih banyak sebagai permakluman daripada solusi yang telah mereka ketahui. Sebagian orang ini paling tidak tau harus dimulai darimana, apakah yang harus ditanyakan, salahkah pertanyaannya, percayakah orang terhadap pertanyaannya, maukah orang menjawab pertanyaannya, mampukah sebagian orang ini bertanya, takut salah pada dirinya sendiri, segala kekhawatiran rasanya sudah terbiasa datang dan menetap lama-lama pada dirinya. sehingga lagi-lagi menunggu waktu, waktu lagi.

Dari segala permasalahan tersebut, muncul berbagai pertanyaan. Bagaimana caranya menemukan jati diri? Bagaimana caranya mempercayai diri sendiri? Bagaimana caranya menjaga jiwa ini untuk tetap tenang? Bagaimana memperteguh keyakinan pada diri sendiri? Bagaimana caranya untuk senantiasa meninggalkan segala alasan klise? Bagaimana caranya untuk pandai bertanya? Bagaimana caranya agar diri ini percaya diri untuk bertanya? Bagaimana caranya meyakini diri sendiri bahwa orang tempat kita bertanya percaya dengan pertanyaan kita? Bagaimana? Bagaimana?

Temukan jawabannya pada.....................................dirimulah!!
Nah, disini, orang akan merasa begitu dijatuhnya seakan-akan nggak mendapat dukungan dari seseorang yang berkata, dirimulah!!
Namun, pasti kita mengetahui bahwa itu benar, hanya diri kita sendiri yang mampu mengangkat diri kita sendiri, memuliakan diri kita sendiri, bagaimana caranya akan dipercaya orang kalau kita nggak mempercayai diri kita sendiri? Ketika energi percaya diri pada diri kita sendiri menggebu, maka percayalah keyakinan akan segala perkataan dan pertanyaan kita sendiri adalah suatu keyakinan yang kita lontarin dari diri kita sendiri. Kita harus percaya pada diri kita sendiri, sehingga orang pun akan merasakan energi itu. Sehingga kita tidak akan tidak didukung, jika kita percaya dengan diri kita sendiri.

Dan "dirimulah" ini, adalah kata dorongan bahwa orang mengingatkan kita untuk mempercayai diri kita sendiri, mengangkat energi positif itu dari diri kita sendiri, kita didukung, kita bukan tidak dipercayai, tapi kita didorong, selalu didorong. percayalah!!

Byyyy the wayyy, dorongan nulis muncul setelah baca dan inget-inget obrolan lama, sejenis perjanjian tapi bukan, bagian lainnya sejenis harapan besar dan seharusnya bisa terwujud sekarang. Merasa sepertinya sekarang udah ngecewain, sedikit ingkar janji, banyak melenceng, dan pastinya malu dan gengsi. Malah ngga percaya dulu sesemangat itu, sekarang sekendor ini. Mulai dari sekarang lanjutkan!! Doakan!! Semoga tetap konsisten dengan lahan bersama ini. Semoga makin maju. Aamiin.



MAAFIN KALO SEKARANG BELUM BISA JADI APA YANG DIHARAPKAN DIAWAL PEMBUATANNYA, kebanyakan karena saya :')
no image
Item Reviewed: Ketika Curhat....... 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!