Beda Penyampaian, Beda Penerimaan

Pada suatu hari ada seorang ibu penjual kue yang buta huruf sedang menerima surat dari anaknya yang merantau di kota. Karena ia buta huruf, maka ia tidak bisa membaca surat dari anaknya itu. Ia pun mengambil inisiatif untuk meminta tolong kepada seorang penjual daging yang pembawaan dan bicaranya terlihat kasar karena kebetulan berasal dari suku seberang. Ibu penjual kue buta huruf itu pun pergi mendatangi si penjual daging tersebut dan memintanya untuk membacakan surat dari anaknya.

“Kak, tolong bacakan surat dari anak saya ini.” Si ibu penjual kue meminta, sambil menyodorkan surat dari anaknya.

“Baiklah Bu.” Si penjual daging menyautnya sambil membuka surat dari anak ibu penjual kue.

“Ibu, anak saya sakit, dan saya tidak punya uang sekarang, tolong kirimkan kepadaku sejumlah uang.” Si penjual daging membacakannya dengan nada tinggi dan keras.

“Anak kurang ajar, beraninya dia meminta uang kepadaku dengan kata-kata seperti itu. Tidak akan kukirimkan uang kepadanya!” Si ibu penjual kue menanggapinya dengan perasaan kesal dan kecewa.

Si ibu penjual kue pun pergi dari tempat si penjual daging itu. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan si mba penjual jamu kenalan baiknya, pembawannya lemah lembut dan selalu berbicara halus. Si mba penjual jamu bertanya kepada si ibu penjual kue karena ia terlihat begitu kesal dan kecewa. Si ibu tukang kue pun menceritakan kepada mba penjual jamu itu tentang surat dari anaknya tadi. Si mba penjual jamu meminta si ibu penjual kue itu untuk menyerahkan surat dari anaknya itu untuk dibacanya. Si mba penjual jamu pun membacakannya dengan nada bicara yang lemah lembut, dan terdengar sangat lain dari yang dibacakan oleh si penjual daging. Dan si ibu penjual kue merasa kasian dengan anaknya, dan dia akan segera mengirimkan anaknya uang. Si ibu penjual kue sangat berterima kasih dengan si mba penjual jamu.

Tergambarkan dari cerita diatas bahwa berbeda penyampaian, maka akan berbeda pula makna informasi yang diterima. Sangat berbahaya apabila makna yang kita sampaikan berbeda. Hal itu akan menyebabkan kesalah pahaman yang fatal. Benar sekali, pesan sangat tergantung pada cara penyampaiaannya. Konflik yang sering terjadi antara keluarga, sahabat, pasangan ataupun rekan kerja sering kali bukan karena adanya konflik yang besar dan rumit. Namun konflik yang terjadi karena kita tidak bisa mengatur cara berkomunikasi kita dengan benar dan tepat. Sering terjadinya kesalah pahaman penerimaan pesan dan makna dari satu pihak, dan akhirnya akan menyebabkan konflik yang seakan-akan sulit dipecahkan. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menyampaian informasi/makna/pesan dengan baik dan tepat.
no image
Item Reviewed: Beda Penyampaian, Beda Penerimaan 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!