Sepuh Yang Selalu Semangat



Ngkong Oyek, entah itu nama aslinya atau hanya sekedar nama panggilannya yang jelas iya biasa dipanggil Ngkong Oyek. Usianya sudah sepuh, sekitar 80-90 tahun, saya tidak terlalu mengetaui persis. Diusianya yang sudah sangat sepuh, beliau masih sangat semangat bekerja. Pekerjaan sehari-harinya adalah bercocok tanam, tapi biasanya ibu saya menyebutnya dengan nggarap tanah. Ya Ngkong Oyek rajin menggarap tanah milik orang lain, sejak pagi-pagi buta beliau sudah keluar rumah menuju kebun untuk mencangkul tanah. Setiap saya mengantar bapak saya ke tempat pemberhentian bus di pagi hari, beliau sudah terlihat sedang mencangkul-cangkul tanah untuk ditanami dengan gagah perkasa. Seakan beliau tidak ingat dengan kesepuhan dirinya. Salut sekali melihatnya. Bagaimana tidak salut, beliau yang sudah berusia sangat sepuh masih sangat semangat bekerja berat seperti itu untuk mengidupi keuarganya.

Ngkong Oyek memiliki seorang istri yang juga penuh semangat. Usianya mungkin tak beda jauh dengan Ngkong Oyek, sebut saja Nyak Oyek. Nyak Oyek terbilang sangat mandiri, walaupun beliau memiliki anak dan cucu yang tinggal bersama dirumahnya, beliau tetap pergi kewarung untuk berbelanja sendiri, bahkan untuk membeli setabung gas juga ia pergi sendiri dengan menjinjing tabung gas. Bapak saya pernah menegurnya dengan berkata “Nyak kok gotong gas sendiri nyak, kan ada anak cucu.” Tapi dengan tulusnya Nyak Oyek menjawab “Kaga papa ini mah tinggal situ doang.” Waaah semakin salut, diusianya yang sudah sepuh beliau tidak menggantung kepada anak dan cucunya.

Engkong dan Enyak Oyek memiliki 5 anak laki-laki. Anak pertama, kedua, keempat dan kelimanya sudah menikah, namun anak keduanya belum juga menikah sampai saat ini. Seluruh anaknya yang telah menikah mendapatkan bagian dari rumah dan tanah yang beliau miliki yang tak seberapa adanya. Namun demikian, itu dapat membuat anak-anaknya bisa dibilang cukup untuk mendapatkan pemberiannya. Seluruhnya itu Ngkong Oyek peroleh dari kerja kerasnya nggarap kebun. Ohya, selain menggarap kebun, beliau juga mengembangbiakan beberapa ekor kambing untuk membantu memperoleh penghasilan. Beliau mengaku memperoleh hasil yang cukup dari menggarap kebun dan mengembangbiakkan kambing. Walaupun kebun yang beliau garap bukanlah kebun miliknya sendiri, dan kambing yang beliau kembangbiakkan hanya kurang dari 10 ekor.

Apapun yang beliau jalani dan dapatkan selalu beliau syukuri. Beliau juga sangat rendah hati dan penuh kesederhanaan. Bisa dibilang, beliau hanyalah seorang tukang nggarap kebun milik orang, namun dengan pekerjaan itu beliau bisa memberikan tanah dan rumah untuk anak-anaknya. Selain itu, mungkin itu sudah menjadi berkah bagi beliau, karena pada saat ini beliau mengurus seorang anak perempuan yang yatim piatu dirumahnya. Entah ia anak yatim piatu atau bagaimana, yang jelas saat dia masih berusia sekitar 1 tahun, dia ditemukan dibawah pohon pisang dibelakang rumahnya, dan saat ini anak itu berusia sekitar 15 tahun. Sekian lama Ngkong dan Nyak Oyek mengurusi anak itu dengan tulus dan telah mereka anggap seperti cucu kandung mereka.

Sangat salut dan menginspirasi bila menyaksikan kehidupan Ngkong Oyek. Beliau sungguh semangat bekerja, walau usianya sangat sepuh. Beliau sungguh tulus, walau kehidupannya begitu berat. Beliau sungguh mandiri, padahal bisa mengantung kepada anak dan cucunya.
no image
Item Reviewed: Sepuh Yang Selalu Semangat 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!