Baik dan Jahat

Kita hidup telah dipertemukan dengan banyak orang dengan jenis karakter yang berbeda-beda. Kadang mirip. Ada baik ada jahat. Lagi-lagi terlibat dengan dua sisi berbeda yang ada pada manusia. Baik dan jahat. Kedua sisi tersebut akan terlihat pada sudut pandang tertentu yang membangun kedua sisi tersebut.

Baik dan jahat dapat dirasakan tergantung pada keadaan yang ditemui. Bisa saja orang baik akan terlihat jahat dimata orang lain karena keadaan yang memaksanya untuk terlihat menjadi orang jahat. Bisa juga orang baik akan berperan menjadi orang jahat pada sebuah keadaan yang mengharuskannya menjadi jahat. Namun, sering terjadi kesalah pahaman pada perilaku baik seseorang, ada saja orang yang dapat menganggapnya jahat misalnya, karena orang tersebut tidak mengetahui maksud yang sebenarnya. Seringnya, perilaku baik lebih tak terlihat daripada perilaku jahat. Perilaku jahat dan orang jahat akan lebih mudah terlihat dan diingat daripada perilaku baik, itu yang menyebabkan adanya dendam.

Orang jahat bisa menjadi baik pada keadaan yang membuatnya menjadi baik. Namun sebenarnya, pada dasarnya semua manusia adalah orang baik. Manusia menjadi jahat karena adanya tekanan, keadaan dan lingkungan yang membuatnya menjadi jahat. Dia mungkin terpaksa untuk menjadi jahat agar ia tetap bisa bertahan hidup di dalam keadaan dan lingkungan yang dihadapinya. Setiap menghadapi sebuah keadaan, manusia dihadapi dengan dua pilihan, ingin menjadi baik atau ingin menjadi jahat. Keputusan tergantung dengan titik terberat pada hati kita apakah cenderung baik atau jahat.

Kita hidup bersosialisasi tentunya sudah bertemu dengan banyak orang. Pasti kita telah bertemu dengan dua jenis perlakuan manusia tersebut. Baik dan jahat. Perilaku baik, tentunya kita teladani perilaku kebaikannya. Perilaku jahat, tentunya kita buang jauh-jauh contoh perilakunya, jangan diikuti.

Dengan kita menganggap seseorang, keadaan, atau lingkungan itu jahat. Maka kita pun akan memandang semua itu dengan sebelah mata. Dan terlanjur meng-under-estimate-kan semua itu. Sehingga, mungkin akan sulit untuk kita memandangnya baik ketika seseorang, keadaan, atau lingkungan tersebut menjadi baik disebuah waktu. Lebih mudah kita menerima seseorang, keadaan, atau lingkungan yang baik.

Maka alangkah baiknya kita jika selalu berprasangka baik dan belaku baik kepada seseorang, keadaan, atau lingkungan yang kita jumpai untuk melakukan hal dengannya. Entah bagaimana akhirnya nanti, baik atau jahat, itu tergantung dengan proses dan pandangan kita terhadap apa yang mungkin terjadi setelah dijalani.


-HT
no image
Item Reviewed: Baik dan Jahat 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!